Selasa, 05 April 2011

BERBAHAGIALAH MENGEMBAN AMANAH



Oleh: Ummu Ihsan Al-Atsariyah


Sekecil apapun suatu pekerjaan jika dilakukan dengan hati terpaksa diiringi keluh kesah, niscaya akan terasa berat bak menanggung beban sebesar gunung. Sebaliknya, seberat apapun suatu pekerjaan jika dilakukan dengan penuh keikhlasan, kegembiraan dan harapan, niscaya akan terasa ringan dan menyenangkan. Memang benar! Tanggung jawab seorang ibu tidaklah ringan. Tugas dan kewajiban yang dipikulnya tidaklah sedikit Siapapun tak bisa menyangkal, seorang ibu rumah tangga hampir-hampir tak mempunyai waktu istirahat. Pekerjaannya seolah selalu tampak di depan mata tak pernah ada habisnya. Kalau seorang ayah bisa tidur nyenyak di malam hari, lain halnya dengan seorang ibu. Tangis si kecil terkadang mengusik tidur malamnya.

Tugas seorang wanita begitu universal. Sebagai seorang permaisuri pendamping suami, seorang ibu, pengasuh sekaligus guru bagi para anaknya, bahkan sebagai pelayan yang harus selalu siap dipakai tenaganya. Tak jarang para ibu merasa jenuh, letih dan menganggapnya sebagai suatu himpitan yang begitu menyiksa. Inilah celah yang dimanfaatkan setan untuk melancarkan aksinya. Bak gayung bersambut, para wanita yang lemah imannya pun berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka. Mereka berusaha mencari solusi pemecahan dengan meneriakkan slogan emansipasi dan menuntut persamaan hak dengan kaum pria. Mereka menutup mata dari bahaya yang timbul akibat semua itu. Akibat amanah dan tanggung jawab yang disia-siakan seorang ibu. Anak menjadi liar, suami tidak lagi mendapatkan kedamaian. Akhirnya keharmonisan rumah-tangga pun terancam.

Kita sebagai wanita mukminah yang benar keimanannya. Ia tidak akan mengadopsi solusi-solusi pemecahan yang hanya mengundang murka Allah Azza wa Jalla. Jalan keluar yang hanya akan memicu munculnya masalah-masalah baru yang lebih runyam. Lalu bagaimana caranya? Itulah pertanyaan yang harus kita jawab. Salah satunya adalah dengan mengkaji lebih dalam hikmah di balik tanggung jawab itu.

JERIH PAYAH KITA TIDAK SIA-SIA
Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Dzat yang telah menciptakan manusia. Sudah barang tentu, Dia pulalah yang paling mengetahui perkara-perkara yang dapat mendatangkan mashlahat maupun mudharat. Dia pula yang paling mengethui tugas dan amanat apa yang paling sesuai dan selaras bagi masing-masing makhluk-Nya. Demikian halnya dengan kaum wanita. Allah Subhanahu wa Ta'ala yang paling mengetahui tugas dan tanggung jawab apa yang paling sesuai bagi kita. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَقَرْنَ في بُيُوْتِكُنَّ

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu." [Al Ahzab:33]

Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kaum wanita untuk melazimi rumahnya. Bahkan hukumnya makruh bagi seorang wanita keluar dari rumahnya, tanpa adanya suatu keperluan, berdasarkan ayat di atas dan juga sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

Wanita itu aurat, jika ia keluar maka akan diintai oleh setan. [HR At-Tirmidzi]

Sebagian kita kemudian bertanya : Mengapa wanita harus selalu tinggal di rumah? Bukankah wanita juga mempunyai potensi? Bahkan tidak sedikit kaum wanita yang memiliki tingkat intelegensi dan skill lebih dari kaum pria. Bukankah kita mampu bersaing dengan kaum pria? Demikianlah syubhat-syubhat yang sering dihembuskan setan dan bala tentaranya. Sekarang mari kita renungkan!

Mau tidak mau kita harus mengakui bahwa wanita adalah makhluk yang lemah. Lemah dari segi fisik, lemah dalam akal maupun agamanya. Karena itulah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjaga mereka dengan penjagaan terbaik. Melindungi kaum wanita dengan sebaik-baik hijab yaitu rumah mereka. Selain itu, realita membuktikan bahwa tugas-tugas di dalam rumah tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan sempurna kecuali oleh seorang wanita. Karena itulah Allah Yang Maha bijaksana menjadikan rumah sebagai amanah bagi mereka. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ

Seorang wanita adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga serta anak-anaknya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. [H.R.Muslim]

Sebuah amanah yang sudah selayaknya dijaga dan dilaksanakan sebaik-baiknya.

Ketika menjelaskan beberapa sifat orang-orang yang beriman, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan bahwa di antara sifat mereka adalah menjaga amanah yang dibebankan di atas pundak mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

وَالَّذِينَ لأمنتهِم وَعَهْدِهِم راَعُون

Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya. [Al Mukminun:8]

Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan balasan bagi mereka seraya berfirman:

(11) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ    

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, yakni yang akan mewarisi jannah Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. [Al Mukminuun: 10-11]

Benar! Surga yang telah Allah janjikan. Lalu, adakah balasan yang lebih baik dari itu? Bukankah surga merupakan cita-cita tertinggi setiap pribadi muslim? Maka, sudah saatnya kita memompa semangat yang mulai mengendur. Kita bangun kembali harapan yang mulai memudar. Kita sambut tugas-tugas hari esok dengan penuh harapan. Dengan penuh keyakinan bahwa jerih payah kita tidaklah sia-sia. Setiap tetesan keringat kita itu memiliki nilai di sisi Allah Azza wa Jalla.

BERKURANG IBADAH SETELAH MENIKAH ?
Keluhan seperti ini kerap kali kita dengar dari mereka, yang dulunya rajin bangun ditengah malam menegakkan qiyamullail (shalat malam), rajin mengerjakan puasa-puasa sunah, tekun belajar, menghafal Al Qur'an, menghadiri majelis ta'lim, dan lain sebagainya. Setelah menapaki kehidupan rumah tangga tiba-tiba semuanya menjadi berubah dengan kehadiran seorang suami, disusul lahirnya anak pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Kini, kekhusu'an shalat sering terpecahkan deru tangis sang bayi. Rasa letih kadang menghalanginya bangun di tengah malam. Jangankan mengerjakan shaum sunah, shaum wajib pun kadang tak mampu ia tunaikan. Saat sedang membaca tiba-tiba suami meminta untuk dilayani, dan masih banyak lagi. Sekarang ia merasakan waktu menjadi sangat sempit hingga terbersit dalam benaknya bahwa rumah tangga telah mengurangi ibadahnya kepada Allah. Apa memang benar begitu? Benarkah keluarga menghalangi seorang wanita untuk mendekatkan diri kepada Rabbnya?

Di sini kita perlu meluruskan persepsi. Mungkin anggapan itu benar, jika yang dimaksud adalah ibadah-ibadah ritual seperti shalat, shaum, dan yang semisalnya. Karena tugas dan tanggung jawab seorang wanita jelas bertambah ketika ia telah menjadi ibu rumah tangga. Namun seorang muslimah yang memahami makna ibadah dengan benar, tentu tidak akan berasumsi semacam ini.

Para ulama mengatakan, ibadah meliputi segala sesuatu yang disukai dan diridhai Allah berupa perkataan dan perbuatan yang lahir maupun batin. Segala aktivitas kita sehari-hari bisa bernilai ibadah. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

Dan mendatangi istri adalah shadaqah. [HR Muslim]

Dalam hadits lain beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ

Sesungguhnya, tidaklah engkau mengeluarkan nafkah dengan mengharap wajah Allah kecuali engkau diganjari pahala atasnya hingga sesuatu yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu. [HR Al-Bukhari]

Di dalam kitab Fathul Bari, Al Hafizd Ibnu Hajar menukil perkataan An-Nawawi, "Faidah yang ingin dipetik dalam hadits ini, ialah sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, "mengharap, yakni mencari, wajah Allah".

Imam An-Nawawi menarik sebuah faidah : Suatu aktifitas bilamana bersesuaian dengan kebenaran, maka tidaklah mengurangi nilai pahalanya (bila niatnya untuk beribadah). Sebab, menyuapkan tangan ke mulut istri biasanya dilakukan saat bercanda dengannya. Tentu saja hal tersebut bercampur dengan nafsu syahwat.

Namun demikian, bila tujuannya mengharap pahala Allah, niscaya ia akan memperolehnya dengan karunia dari Allah.

Ibnu Hajar melanjutkan : Dalam hadits lain disebutkan secara lebih gamblang lagi dari sekedar menyuapkan tangan ke mulut istri. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu, disebutkan : Dan mendatangi istrinya juga terhitung sedekah!.

Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah seseorang yang melampiaskan syahwatnya juga mendapat pahala? Rasulullah berkata : Bagaimanakah menurut kalian bila ia melampiaskannya pada saluran yang haram?

Imam An-Nawawi melanjutkan : Jika demikianlah keadaannya, yakni perkara yang dikehendaki oleh nafsu, tentu lebih layak bila ganjaran pahala itu diberikan atas perkara yang tidak dikehendaki oleh nafsu!?

Beliau melanjutkan. Perumpamaan dengan menyuapkan tangan ke mulut istri tujuannya adalah untuk lebih mempertegas kaidah ini. Sebab, bilamana menyuapkan tangan ke mulut istri sekali suap saja sudah berpahala, tentu pahala lebih layak diberikan kepada siapa yang memberi makan orang-orang yang membutuhkan makanan, atau mengerjakan amalan ketaatan yang tingkat kesulitannya lebih besar daripada sesuap nasi yang diberikan kepada istri, yang tentu saja nilainya lebih rendah.

Lebih dari itu dapat dikatakan, jikalau pahala diberikan kepadanya karena ia telah memberi makan istrinya, yang tentunya ia juga memperoleh keuntungan darinya. Sebab makanan itu akan membuat tubuh istrinya tampak lebih cantik. Dan biasanya nafkah yang ia berikan kepada istrinya lebih banyak didorong oleh faktor nafsu. Tentu berbeda dengan bersedekah kepada orang lain yang tentunya lebih banyak menuntut pengorbanan, wallahu a'alam."

Jika sekarang ibadah ritual yang kita laksanakan berkurang, namun kita memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah dalam bentuk lain yang tidak ia dapatkan semasa gadis. Berbakti dan berkhidmat kepada suami, mendidik dan mengasuh anak-anak, mengatur urusan rumah tangga, dan lain sebagainya. Di samping itu Islam adalah agama yang mudah dan fleksibel. Di sela-sela kesibukan sehari-hari, masih banyak ibadah yang bisa kita lakukan. Dengan senantiasa berdzikir, mempertebal rasa syukur, beramar ma'ruf nahi munkar, memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, tahlil, serta istighfar.

JADIKAN SELURUH AKTIVITASMU SEBAGAI IBADAH
Bila suatu amal yang besar bisa hancur karena niat yang melenceng, maka sebaliknya sebuah amal yang tampaknya sepele bisa menjadi sebuah ibadah yang bernilai karena niat yang lurus. Sekilas, rutinitas seorang istri sehari-hari memang tampak sepele. Seperti menyediakan hidangan, mengurus pakaian, merapikan rumah, melayani suami dan lain sebagainya. Tidaklah kita ingin semua itu menjadi ibadah yang bernilai. Tentu saja! Karena itu, hendaknya setiap wanita menata hati dan menjaga ketulusan niat semata-mata untuk meraih keridhaan Allah. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'a memerintahkan setiap istri untuk meraih ridha suami.

Kerjakanlah setiap tugasmu sebaik mungkin dan profesional untuk mendapatkan keridhaan suami. Siapa wanita yang tidak mendambakan di dunia suami semakin cinta dan di akhirat ia mendapat surga'?

Demikian juga halnya dengan tugas-tugas sebagai seorang ibu. Mengasuh dan mendidik anak-anak kita, mendampingi dan membimbing mereka. Hendaknya kita lakukan semua itu dengan mencurahkan segenap kemampuan yang ada. Karena mereka adalah tabungan bagi kita, pada saat pahala seluruh amalan telah terputus. Saat pahala shalat dan puasa tak lagi bisa kita raih. Namun doa anak yang shalih, dan ilmu yang yang bermanfaat yang kita ajarkan kepada mereka akan terus mengalirkan pahala. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ 

Apabila seorang anak Adam mati maka terputuslah seluruh amalnya kecuali dari tiga perkara: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya. [HR Muslim]

JANGANLAH ENGGAN BERDO'A
Sebagai insan yang lemah kita menyadari , bahwa kita tidak akan mampu memikul amanah ini tanpa kekuatan dan pertolongan dari-Nya. Amanah ini merupakan beban yang sangat berat kecuali jika Dia meringankannya. Akan menjadi sesuatu yang sulit, kecuali jika Dia memudahkannya.

Bukan suatu aib apabila kita banyak meminta dan berdoa kepada-Nya. Jadi, apa salahnya jika setiap hendak memulai aktivitas pada pagi hari, kita memohon kepadaNya agar dimudahkan dalam menyelesaikan semua tugas-tugas.

Akhirnya, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan semua usaha ini sebagai bekal bagi kita kelak pada hari ketika anak dan kaum kerabat tak lagi mempu mendatangkan manfaat, tidak juga kedudukan dan harta benda.
Wallahu a’lamu bish shawab

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun VII/1424H/2003M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]


Senin, 04 April 2011

April Mop Yang Memilukan


Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami
Apabila ditanyakan kepada kaum muslimin apa hukum menipu, berbohong, usil yang menyakitkan hati atau menyakiti raga orang lain, tentu jawabannya adalah haram. Hal ini tentu sudah maklum.
Sekarang, tahukah Anda, saudara maupun saudariku kaum muslimin, bahwa ada suatu hari dimana berbohong, menipu dan menjaili orang lain, siapa pun, diperbolehkan? Hari April Mop jawabannya. Aneh kan? Lebih aneh lagi bila ternyata ada sebagian saudara kita kaum muslimn yang turut serta dalam even ini. Allohu yahdiihim waiyyana.
Apa Itu Hari April Mop?
April Mop, dikenal dengan April Fools’ Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi leluconkepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluargamusuhteman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu. Di beberapa negara seperti Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai “April Mop”. Namun di tempat lain seperti Kanada, Perancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat lelucon bebas dimainkan sepanjang hari. Hari itu juga banyak diperingati di internet.(Wikipedia Indonesia).
Pada hari tersebut orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Mereka melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka, alias jail-jailan. Bila ada yang menyoal, biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop adalah hari di mana boleh dan sah-sah saja menipu siapa saja yang diinginkan, mulai dari teman, saudara, sampai orang tua sekalipun. Allohul musta’an.
Tentunya, siapa saja yang terkena target dijaili seperti ini tentu minimalnya akan terusik hatinya. Bisa saja ia akan marah, kesal, mengumpat dan semisalnya. Akhirnya ia pun terdorong untuk membalas atau melakukan hal serupa kepada orang lainnya.
Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day yang sudah jelas keburukannya, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Yang sangat disayangkan, masyarakat dengan mudahnya meniru kebudayaan Barat ini tanpa menilai terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya, mendatangkan rohmat atau justru berbuah petaka.
Sejarah April Mop
Tahukah Anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kekonyolan tersebut, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan?!
Terlepas dari fersi sejarah yang berbeda, yang pasti dalam salah satu fersinya disebutkan bahwa April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah berdarah Muslim Spanyol di tahun 1487-an, atau bertepatan dengan 892 H. Sejak dideklarasikannya Islam pada abad ke- 8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad di negeri tersebut. Setelah beberapa tahun, bahkan beberapa abad berlalu Spanyol di bawah syari’at Islam, musuh-musuhpun, kaum kafir yang ada disekitar Spanyol, terus menerus berusaha menggempur benteng syari’at Islam yang kuat mewarnai sisi kehidupan masyarakat Spanyol waktu itu. Akhirnya dengan tipu daya dan kebohongan, dengan tipuan dan omong kosongnya mereka berhasil membantai ribuan kaum muslimin Spanyol hanya dalam sehari.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Nashrani setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day).
Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Nashrani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka, alias jail-jailan.
Arti April Mop Bagi Umat Islam
Main jail-jailan dengan aksi tipu menipu dan bohong berbohong di hari April Mop berarti bukan sekedar main-main yang tak berarti. Ia selain sebuah tragedi berdarah yang memilukan hati setiap muslim dan muslimah, juga sebentuk dengan perbuatan maksiat dan dosa. Bisa jadi ia merupakan pelegal pelakunya sebagai seoang penipu ulung dan seorang pendusta kelas kakap. Rosululloh n\ bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Hati-hatilah kalian dari berdusta. Sungguh dusta akan membawa pelakunya menuju perbuatan dosa, sedangkan perbuatan dosa itu akan membawa pelakunya menuju neraka. Dan tiadalah seorang pun yang terus-terusan berdusta dan selalu hendak berdusta selain tentunya ia akan ditetapkan di sisi Alloh sebagai seorang pendusta” (HR. Muslim no: 2607)
Bagi umat Islam, April Mop tentu tak layak diperingati. Bahkan haram diperingati. Sebab ia merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka sesungguhnya ia tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Wailallohil musytaka. Hanya kepada-Mu, ya Alloh, kami mengadu.

Selasa, 29 Maret 2011

Keutamaan Kalimat Laa Ilaha Illallah



فضل لا إله إلا الله
Ceramah  tentang Keutamaan Kalimat Laa Ilaha Illallah Ini disampaikan oleh Ustadz Abdurrahman bin Muhammad Musa Alu Nashr
dan diterjemahkan oleh Ustadz Mizan Qudsi, Lc, di  Masjid Fauzan al-Fauzan Lombok Timur
pada hari sabtu 26-03-2011, ba’da Maghrib. Mudah-mudahan bemanfaat bagi kita semua. Silahkan klik url di bawah ini.

Senin, 14 Maret 2011

KEPADA PEMILIK HATI YANG BERSIH


     


Kata ini banyak sekali diucapkan oleh kebanyakan orang  tatkala ditanya:

مجموعة أملي الجنة الإسلامية·        wahai saudaraku  kenapa engkau tidak sholat?! mereka menjawab : hatiku bersih bahkan lebih bersih dari hati orang-orang  yang mengerjakan sholat.

مجموعة أملي الجنة الإسلامية   wahai saudaraku kenapa engkau tidak menunaikan zakat?! mereka akan menjawabmu: hatiku bersih, dan zakat bukanlah ukuran untuk kesucian hati.

wahai saudariku kenapa engkau tidak berjilbab?! mereka akan menjawabmu: hatiku bersih, dan jilbab bukanlah ukuran untuk adab, dan saya lebih mempunyai adab ketimbang orang yang berjilbab..

.        
     Maka kita mengatakan kepada pemilik hati yang bersih ini, -sebagaimana perasangkaan mereka-, apakah hati kalian lebih bersih dari hati Abu Thalib paman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ?!  yang mana Abu Thalib tidak henti-hentinya membela dan memperjuangkan serta melindungi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dari gangguan di jalannya, dan juga melindungi Beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam  dari gangguan kezhaliman suku Quraisy yang terus menerus mengganggu  sampai menjelang wafatnya
         




.


          Ketika menjelang wafatnya Abu Thalib, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menemuinya lalu berkata: Wahai pamanku katakanlah “
لا إله إلا الله

Aku akan bersaksi dengannya pada hari kiamat ”. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam  berkata : Kalau bukan karena takut  kepada orang-orang Quraisy yang akan mencemoohkanku, mereka mengatakan: Tidaklah ada yang mendorongnya kecuali kecemasan akan kematian, yang dengannya akan dapat menyenangkanmu,  dan  tidaklah  aku mengatakan:
لا إله إلا الله
kecuali dengannya akan dapat menyenangkanmu.  Lalu Allah Azza wa jalla menurukan ayat:

 إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“ Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk ”.( QS. al-Qashash: 56 ).

Maka kelak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam  memberikan syafa’at kepadanya (dengan izin Allah –pent), dan menjadikannya sebagai penduduk neraka yang paling ringan siksaannya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam  bersabda:

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَرَجُلٌ تُوْضَعُ فِي أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَةٌ يَغْلِي مِنْهَا دِمَاغُهُ. 
"Sesungguhnya azab yang paling ringan yang menimpa penduduk neraka pada Hari Kiamat adalah apabila bara api diletakkan di lekuk kedua telapak kaki seseorang, maka otaknya akan mendidih." (HR. al-Bukhari ( 6561) dari Nu’man ibnu Basyir).

مجموعة أملي الجنة الإسلامية
مجموعة أملي الجنة الإسلاميةWahai orang yang suka meninggalkan sholat!, Wahai orang yang enggan berzakat, apakah kalian memberikan kepada agama ini lebih besar dari apa yang telah diberikan oleh Abu Thalib paman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam !!
  
·        Apakah pemilik hati yang bersih adalah orang yang berpaling dari mengingat Allah?!

·        Apakah pemilik hati yang bersih adalah orang yang enggan berzakat?!

Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى, 
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا, قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آَيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى
  
“ Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (QS. Thaha:124-126).

  dan firmannya:

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ  إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ , فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ ,
 عَنِ الْمُجْرِمِينَ , مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ , قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ .
 “ Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam syurga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" mereka menjawab: "Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat (QS. al-Muddatsir:38-41).

    Apakah kamu tau? Bahwa  orang yang meninggalkan sholat, apabila melangsungkan akad nikah, maka akadnya bathil (tidak sah), apabila meninggalkan  sholat sesudah dia menikah maka wajib difaskh (dibatalkan akadnya) karena dia kafir, dan tidak boleh dinikahkan dengan wanita muslimah. Tidak disholatkan apabila meninggal tidak, dimandikan dan juga tidak dikafani, dikubur dengan pakainnya, dan tidak dikubur dikuburan kaum muslimin dan dia diharamkan untuk mendapatkan surga, dan kelak dia akan kekal di neraka bersama Qorun, Haman, Ubay bin Kholaf dan juga para pemimpin kekufuran lainnya, apakah setelah ini semua, kalian masih mengklaim  bahwa kalian adalah pemilik hati yang bersih??!

Dan untukmu wahai saudariku….( Semoga Allah menjagamu )

     Apakah orang yang berhati bersih itu terhadap perintah Allah dia melanggarnya, dan lebih  mengikuti  jalan syaithan serta tenggelam mengikuti hawa nafsunya?! Sungguh kehidupan barat telah menipu kalian dengan mengatasnamakan kebebasan, padahal Islamlah yang pertama kali membebaskan kalian (dari kedzaliman kaum jahiliyah terhadap wanita -pent). Kalian ditipu dengan gaya dan mode palsu, dengan bertaqlid (meniru) kebiasaan barat yang menyimpang  dan menyusup kedalam masyarakat kita yang terjaga ini.
مجموعة أملي الجنة الإسلامية
Hindari olehmu wahai saudariku tercinta,
Tidak  boleh bagi wanita untuk memakai minyak wangi untuk keluar ke pasar atau ke masjid.

Maka kalian keluar dari rumah dengan memakai minyak wangi , bersolek yang membuat  hati para lelaki tergugah dan tertarik kepadamu, bukankah Allah telah berfirman:

مجموعة أملي الجنة الإسلاميةيَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“ Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Ahzab:59).

Apakah pakaian yang membentuk lekukan tubuh, dan jilbab yang bermodel, atau kerudangan yang membentuk lekukan tubuh yang dapat memikat atau menimbulkan fitnah disebut dengan hijab?! Bukan ini hijab yang diinginkan Allah Azza Wa jalla.
Akan tetapi Hijab adalah sesuatu yang dapat menutupi aurat, menjaga, malu dan suci serta bersih.

مجموعة أملي الجنة الإسلامية
Allah Ta’ala berfirman:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
 “ Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. an-Nur:31).

    Seyogyanya engkau wahai saudariku muslimah konsisten dengan mengikuti syariat Allah yang telah diwasiatkannya kepadamu, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu yang dapat menggelincirkanmu dari jalan Islam yang terang. 
Islam adalah agama yang menjaga hak-hak kalian, menjamin kemuliaan, dan menjaga serta mensucikan kalian dari para jelmaan serigala yang berbentuk manusia.
 
Marilah kita wahai saudariku muslimah merenungi hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang penzina.” (HR. an-Nasai, Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ahmad).

 Wahai saudara-saudaraku yang mulia….

Sesungguhnya diantara ciri atau tanda hati yang bersih itu adalah bersegera menjalankan segala perintah Allah Ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan kondisi seseorang tersebut tidak bertentangan dengan hati dan agamanya. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. al-Anfaal:2).

Pintu Taubat masih terbuka lebar-lebar, dan orang yang bertaubat dari dosanya bagaikan orang yang yang tidak memiliki dosa, selama masih ada waktu dan kesempatan bersegeralah bertaubat, maka bertaubatlah sebelum berlalu masanya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّـهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّـهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“ dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” ( Qs. Ali Imran:135).



   Hendaknya kita muhasabah diri sebelum nanti dihisab (pada hari kiamat), dan menimbang amalan kita sebelum ditimbang (pada hari kiamat), Pada hari ini (di dunia) kita beramal dan tidak ada hisab, adapun besok (pada hari kiamat) kita dihisab tanpa ada amal.

مجموعة أملي الجنة الإسلامية 

Diterjemahkan oleh Ari Mardiah Joban dari  Majalah Huriyah an-Nisaiyah
Muroja’ah oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc