Senin, 13 Oktober 2014

Harapan Dari Seorang Ibu

Tiada kebahagian yg lebih berharga dari seorang ibu, selain melihat anaknya bahagia.

Betapa senangnya seorang ibu jika melihat senyum diwajah anaknya.

Betapa senangnya hati ibu jika anaknya bahagia, terlebih jika dia bisa bahagia di dunia maupun akhirat.

Tidak ada seorang ibu yg menginginkan anaknya bersedih.

Bahkan terkadang seorang ibu lebih memilih lebih baik dia sakit, jika harus melihat anaknya sakit.

Orang tua akan senantiasa memilih yang terbaik untuk anak-anaknya, karena kebahagian anaknya, kebahagian dia pula.

Seorang ibu tidak menginginkan apa2 dari anaknya, melainkan prilaku baik dan bakti dari anak2nya.

Anakku, aku hanya bisa selalu berwasiat dan mengingatkanmu agar selalu bertaqwa kepada Allah, karena ini kunci kebahagian di dunia dan akhirat.

Karena keinginan terbesarku adalah selalu bisa bersamamu baik di dunia maupun akhirat.

Ingatlah, jagalah Allah, karena Allah akan senantiasa menjagamu.

Hanya itulah keinginanku wahai anakku.

Semoga engkau senantiasa mengingatnya, baik semasa hidupku maupun setelah aku tiada.

By: Ummu Ahmad Ari Mardiah Joban

Versi Inggris:

A MOTHER's HOPE TO HER CHILDREN

There is nothing more precious for a Mother than to see the happiness of her children.

How happy a Mother to see a smile on her children’s face

How happy the heart of a Mother to know her children are happy, especially if the children happy in this world and hereafter.

There is no Mother wants to see her children in grieve.

Even sometimes a Mother will sacrifice to be hurt rather than her children be hurt

Parents will always choose the best for their children because the happiness of the children are also the happiness of the parents.

A Mother will not want anything from her children except good behaviour and children’s devotions.

O my children…I can only give testament and reminds you to always have taqwa to Allah (fear Allah), because this is the key of happiness in this world and here after.

As my biggest hope to always be with you in this world and hereafter.

Remember Be Mindful of Allah and Allah will protect you.

That is the only hope i want O my children..

May you always remember this, either I am still here or when I have gone…

Translate by ferna/ummu harun

Selasa, 28 Januari 2014

JURUS JITU PELEMBUT HATI

   عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَجُلاً شَكَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَسْوَةَ قَلْبِهِ ، فَقَالَ لَهُ : إِنْ أَرَدْتَ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ فَأَطْعِمِ الْمِسْكِينَ ، وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ “. (السلسلة الصحيحة) 2/533



Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Seorang laki-laki mengadu kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam akan hatinya yang keras. Maka Rasulullah bersabda: Jika engkau ingin lembut hatinya beri makan orang-orang miskin dan usaplah kepala anak yatim (Silsilah ash-Shahihah 2/533)


Faidah hadits:
1.Yatim adalah anak kecil yang ditinggal mati oleh bapaknya sebelum usia baligh, jika sudah baligh bukan disebut yatim.
2. Hadits ini sebagai petunjuk nabi bagi siapa saja yang mendapati hatinya keras agar memberi makan orang miskin dan menyentuh kepala anak yatim agar hatinya menjadi lembut, karena dengan menyentuh kepala anak yatim kita bisa merasakan keterasingan anak kecil ini dan perasaan takut akan kehilangan orang yang mengasuhnya, sehingga kita berusaha membahagaikannya, memelihara dan membantunya. Dengan melihat keadaan anak kecil ini akan membuat hati kita yang keras menjadi lembut. Demikian pula ketika kita memberi makan orang miskin, kita akan mensyukuri nikmat yang Allah berikan, dengan melihat keadaan orang yang kurang (keadaan ekonominya) daripada kita. Berbeda jika kita melihat orang yang lebih kaya, ini akan membuat kita mengingkari atau menghina nikmat yang telah Allah berikan.


Allah berfirman:
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Thaha:20)

Rasulullah bersabda:


انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

"Lihatlah kepada orang yang kurang daripada kamu dan jangan kamu melihat kepada orang yang di atas kamu! Karena yang demikian adalah lebih layak untuk kamu tidak menghinakan nikmat Allah kepadamu". (HR. Ahmad)


Wallahu Ta'ala Alam

By: Ari Mardiah Joban
Muroja'ah: Ust.Fuad Hamzah Baraba', Lc

Rabu, 11 Desember 2013

Apakah Jeddah sebagai miqat untuk memulai ihram?


Alhamdulillah, segala puji milik Allah semata. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada nabi yang tiada nabi sesudahnya. Waba'du:

Sungguh al-Lajnah ad-Daimah Lil buhutsil 'Ilmiyah Wal Ifta telah mempelajari surat Чαπƍ ditujukan kepada Syaikh yang dihormati selaku mufti 'am. Surat tersebut diserahkan kepada al-Lajnah ad-Daimah Lil buhutsil 'Ilmiyah Wal Ifta yang mendapat amanah umum dari Hai'ah Kibaril Ulama dengan no.3990 tanggal 16 Rajab 1417H. Pengirim surat mengajukan pertanyaan sebagai berikut:

Soal:

Saya ingin mengetahui pendapat syaikh mengenai tulisan Adnan 'Ar'ur dalam sebuah buku saku Чαπƍ berjudul "Dalil-dalil yang menetepkan bahwa jeddah termasuk miqat", dan keterangan syaikh mengenai masalah ini. Semoga Allah memberi taufiq kepada syaikh untuk meraih berbagai kebaikan.


Jawab:


Setelah al-Lajnah ad-Daimah Lil buhutsil 'Ilmiyah Wal Ifta melakukan pengkajian dan penelitian. Maka al-Lajnah ad-Daimah Lil buhutsil 'Ilmiyah Wal Ifta mengeluarkan keterangan sebagai berikut:Telah diedarkan penjelasan dari samahatusy syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (mufti 'am) mengenai pertanyaan diatas sebagai berikut:Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada nabi kita muhammad Shallahu 'alaihi wasallam, keluarga dan sahabat beliau. Wa ba'du:


Sesungguhnya Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam telah menjelaskan miqat-miqat untuk memulai ihram, yang м
αηα  orang yang ingin haji atau umrah tidak boleh melewatinya tanpa berihram.Yaitu:


1) Dzul Khulaifah (Bir 'Ali) penduduk Madinah dan bagi orang yang melewatinya.

2) Juhfah bagi penduduk Syam, Mesir, Maroko dan bagi orang yang melewatinya.

3) Yalamlan (Sa'diyah) bagi penduduk Yaman dan bagi orang yang melewatinya.


4) Dzatu 'Irq bagi penduduk irak dan bagi orang yang melewatinya.


5) Qarnul Manazil bagi penduduk Nejed, Thaif bagi orang yang melewatinya.


Sedangkan penduduk Чαπƍ tempat tinggalnya berada ϑί kawasan miqat dekat kota Makkah, maka mereka memulai ihram dari rumahnya, sehingga penduduk Makkah memulai ihram haji dari Makkah, sedangkan ihram untuk umrah, mereka memulai ihram dari tempat yang dekat dengan tanah halal, sebagaimana penduduk asli jeddah dan yang muqim dijeddah, mereka harus memulai ihram dari jeddah bila mereka hendak menunaikan haji dan umrah.Barangsiapa Чαπƍ datang ke Makkah melalui salah satu dari lima miqat ϑί atas tanpa berniat mengerjakan haji dan umrah, maka maka menurut pendapat yang shahih dia tidak harus memulai ihram. Akan tetapi apabila ditengah perjalanan, setelah melewati salah satu dari lima miqat itu muncul keinginan untuk mengerjakan haji atau umrah, maka hendaklah dia memulai ihram dari tempat dia мαηα  dia berniat haji atau umrah. Kecuali dia niat umrah ketika sedang berada ϑί kawasan Makkah, maka dia harus keluar ke daerah yang dekat ke tanah halal (sebagaimana telah dijelaskan).


Ihram wajib dimulai dari miqat-miqat ini oleh orang Чαπƍ hendak haji atau umrah Чαπƍ melaluinya, atau Чαπƍ sejajar dengannya, baik melalui darat, laut ataupun udara.Yang wajib disebarluaskan penjelasan ini, bahwa telah terbit dari sebagian saudara belakangan ini buku saku Чαπƍ berjudul " Adillatul Itsbat Anna Jaddah Miqat (Dalil-Dalil Yang menetapkan bahwa Jeddah adalah salah satu miqat)" Чαπƍ berusaha mencoba menetapkan miqat ϐάƦú sebagai tambahan terhadap lima miqat Чαπƍ telah ditetapkan Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam; karena Adnan (penulis buku saku tersebut) menduga bahwa Jeddah sebagai miqat bagi jama'ah haji Чαπƍ menggunakan pesawat yang akan mendarat ϑί bandara Jeddah, atau bagi jama'ah haji Чαπƍ datang ke sana melalui jalur darat maupun laut. Maka setiap jama'ah haji dari mereka diharuskan menunda permulaan ihramnya hingga tiba ϑί Jeddah dan mereka harus memulai ihram darinya. Karena menurut dugaan penulis buku saku tersebut bahwa Jeddah sejajar dengan dua miqat, yaitu Yalamlam dan Juhfah.


Dugaan ini adalah kesalahan fatal Чαπƍ dapat diketahui oleh setiap orang Чαπƍ mempunyai mata hati dan pengetahuan tentang sejarah; karena Jeddah berada ϑί dalam kawasan miqat. Dan orang Чαπƍ hendak haji atau umrah yang datang kesana harus melalui salah satu dari miqat lima miqat Чαπƍ telah ditetapkan Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam baik melalui darat, laut maupun udara, maka mereka tidak boleh melaluinya kecuali dengan berihram. Karena Nabi Shallahu 'alaihi wasallam telah menetapkan lima miqat tersebut dengan Sabdanya:"Miqat-miqat itu untuk pendudu setempat dan untuk orang Чαπƍ melewatinya selain mereka dari kalangan orang-orang Чαπƍ hendak menunaikan haji dan umrah" (HR. Al-Bukhari no: 1524).

Oleh karena itu, tidak boleh bagi orang Чαπƍ hendak haji atau umrah melewati miqat-miqat tersebut menuju jeddah tanpa berihram dan memulai ihram dari sana; karena letak Jeddah berada ϑί dalam kawasan miqat.

Tatkala sebagian ulama beberapa tahun terakhir ini tergesa-gesa memutuskan sesuatu sebagaimana Чαπƍ dilakukan penulis buku saku ini Чαπƍ mengeluarkan fatwa bahwa jeddah sebagai miqat bagi orang Чαπƍ melewati Jeddah, maka Hai'ah Kibaril Ulama (Majlis Ulama Besar) mengeluarkan keputusan Чαπƍ membatalkan kesimpulan Чαπƍ penuh praduga dan kebohongan ini. 


Keputusan Hai'ah Kibaril Ulama ini sebagai berikut:
Setelah mengamati dan mencermati dalil-dali dan penjelasan para ulama perihal miqat makani serta setelah mendiskusikan persoalan ini dari berbagai sisi, maka secara aklamasi anggota Majlis menetapkan:

1) Sesungguhnya fatwa Чαπƍ dikeluarkan secara khusus Чαπƍ membolehkan Jeddag sebagai miqat bagi orang Чαπƍ menggunakan pesawat udara dan kapal laut adalah fatwa bathil. Karena fatwa tersebut tidak mengacu kepada nash dari al-Quran dan sunnah Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam ataupun kepada ijma' generasi salaf (terdahulu). Dan tiada seorangpun dari kalangan ulama muslimin Чαπƍ patut dijadikan rujukan pendapat mereka Чαπƍ berfatwa demikian.


2) Tidak boleh bagi orang Чαπƍ hendak haji atau umrah melewati salah satu dari miqat makani ini atau sejajar dengannya, baik Чαπƍ melalui udara, darat maupun laut tanpa memulai ihram darinya, sebagaimana hal ini diperkuat oleh banyak dalil, dan sebagaimana Чαπƍ telah ditetapkan oleh para ulama.Sebagai kewajiban menasehati ikhlas karena Allah kepada seluruh hamba-Nya. Saya memandang bahwa saya dan anggota al-Lajnah ad-Daimah Lil buhutsil 'Ilmiyah Wal Ifta merasa terpanggil untuk mengeluarkan penjelasan ini, agar tiada seorangpun Чαπƍ terpengaruh oleh buku saku ini. Selesai.


Allah Ta'ala Чαπƍ memberi taufiq. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada nabi kita Muhammad Shallahu 'alaihi wasallam, keluarga dan sahabat beliau.
Al-Lajnah ad-Daimah Lil buhutsil 'Ilmiyah Wal Ifta. Fatwa no:19210 tanggal 2 Dzul Qa'dah 1417H 


Sumber: Kitab Fatwa Ulama al Balad al Haram, Bab Haji pasal ke tiga


Al-Faqir ila 'afwillah: Ari Mardiah Joban.

Jumat, 22 November 2013

Jauhilah zhan (Prasangka)


إضاءة قرآنية 

Cahaya al-Quran

قال - تعالى- :



(يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم، ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضا)

Allah Ta'ala berfirman: 

"Wahai orang-orang Чαπƍ beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu Чαπƍ mengunjing sebagian Чαπƍ lain...". (QS. Al-Hujurat:12)

(اجتنبوا كثيرا من الظن) : فإن الإنسان إذا ظن بأخيه شيئًا = (تجسس عليه)
...!(وإذا تجسس عليه (اغتابه

(Jauhilah banyak dari prasangka) :
Sesungguhnya manusia, apabila berprasangka sesuatu terhadap saudaranya maka dia akan (mencari-cari kesalahannya) dan apabila dia mencari-cari kesalahan (saudaranya) maka dia akan (menggunjingnya)!..

[شرح رياض الصالحين- لابن عثيمين]

(Syarah Riyadhus Shalihin - Ibnu Utsaimin).

Selasa, 19 November 2013

Dalam Kesendirian




Dalam kesendirian 

apa yang kita perbuat?

Dalam kesendirian

terkadang timbul berbagai perasaan, ada rasa takut? Cemas? Gelisah?

Dalam kesendirian

terkadang kita berusaha mencari teman yang bisa menemani, entah itu orang, hp, buku atau yang lainnya.

Pernahkah kita merenung dalam kesendirian, akan nasib kita kelak?

Kesendirian kita dialam kubur, tanpa ada satupun yang dapat menemani kita.
Tiada suami/istri, anak, bapak, ibu dan yang lainya.
Dalam kesendirian itu kita berharap ada yang senantiasa menemani kita.
Kelak....
Ketika semua telah pergi meninggalkan kita dalam kesendirian, hanya amal perbuatan kitalah yang akan menemani.

Kita berharap amal kebaikanlah yg senantiasa menemani kita.
Maka beramallah selagi kesempatan itu ada. 
Sebelum semua terlambat dan sia-sia.

Ya Allah bimbinglah kami dijalanMu, mudahkanlah kami dalam melakukan ketaatan kepadaMu, dan agar kami istiqomah di jalamMu, aamiin.

Ummu Ahmad Ari Mardiah Joban

Sebab-Sebab Kerasnya Hati Dan Bagaimana Cara Terbebas Darinya






::: أسباب قسوة القلب وكيفية التخلص منها ::: 

::: Sebab-Sebab Kerasnya Hati Dan Bagaimana Cara Terbebas Darinya :::

كيف يتخلص الإنسان من قسوة القلب وما هي أسبابه؟

Bagaimana sesorang dapat terbebas dari kerasnya hati, dan apa penyebab (keras)nya (hati)?

أسباب قسوة القلب الذنوب والمعاصي، وكثرة الغفلة، وصحبة الغافلين والفساق، 

Sebab kerasnya hati adalah perbuatan dosa dan maksiat, banyak lalai, berteman dengan orang yang lalai dan fasik.

كل هذه الخلال من أسباب قسوة القلوب، 

Hal-hal ini merupakan penyebab kerasnya hati.

ومن لين القلوب وصفائها وطمأنينتها طاعة الله جل وعلا، وصحبة الأخيار، وحفظ الوقت بالذكر وقراءة القرآن والاستغفار،

Dan sebab lembutnya hati, bening dan tenangannya adalah dengan taat kepada Allah 'Azza Wa Jalla, berteman dengan orang-orang baik (shalih), menjaga waktu dengan berdzikir, membaca al-Quran dan beristighfar,

ومن حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن، وصحبة الأخيار، والبعد عن صحبة الغافلين والأشرار، يطيب قلبه ويلين، 

Barangsiapa Чαπƍ menjaga waktunya dengan berdzikir kepada Allah, membaca al-Quran, berteman dengan orang-orang baik (shalih) dan menjauhi teman-teman yang lalai dan jahat, maka hatinya akan baik dan lembut. 

قال تعالى: أَلا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِن الْقُلُوبُ.

Allah Ta'ala berfirman: 

"Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS. Ar-Ra'd: 28)

سماحة الشيخ / عبد العزيز بن باز - رحمه الله تعالى -

Syaikh Abdul 'Aziz bin Baaz -rahimahullah-

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/1760

Senin, 18 November 2013

Nasehat ummi tuk ananda Чαπƍ dilanda asmara


Nasehat ummi tuk ananda Чαπƍ dilanda asmara

Anakku...
Ummi tau kamu sedang jatuh cinta perasaan cinta itu pasti dialami setiap manusia
akan tetapi, manusia itu berbeda2 dalam menyikapi
orang yang sedang jatuh cinta pasti akan mengikuti apa saja Чαπƍ diperintahkan orang yang disayangnya. 
Kalau orang Чαπƍ sedang dilanda asmara itu disuruh memilih antara kesukaan pujaanya itu dengan kesukaan Allah, pasti ia akan memilih Чαπƍ pertama, 
ia pun lebih merindukan perjumpaan dengan kekasihnya itu daripada pertemuan dengan Allah Yang Maha Kuasa,
lebih dari itu,angan-angannya untuk selalu dengan sang kekasih lebih dari keinginannya untuk dekat dengan Allah.


Apakah ananda cinta kepada Allah? 
Jika cinta kepada Allah maka jauhilah segala larangannya, karena larangan Чαπƍ Allah perintahkan kita untuk menjauhinya itulah Чαπƍ terbaik untuk diri kita,karena Allah Чαπƍ menciptakan kita, tentu Allah lebih tau мαηα  Чαπƍ terbaik untuk kita

Orang yang mengaku cinta kepada Allah, maka ia akan selalu mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Orang Чαπƍ beriman semua anggota tubuhnya akan tunduk patuh pada perintah Allah.

Anakku.... 
Cinta bisa membuat bahagia atau membawa petaka
Janganlah terlena dengan cinta Чαπƍ semu.
Karena cinta Чαπƍ semu hanyalah sesaat.
Raihlah cinta Чαπƍ hakiki karena itulah cinta Чαπƍ abadi.

By: Ummu Ahmad Ari Mardiah Joban 
Powered by Telkomsel BlackBerry®