Jumat, 24 April 2015

Sifat-sifat orang yang bertakwa  

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam al–Quran tentang sifat-sifat orang yang bertakwa yang diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Senantiasa mengikuti jalan Allah dan RasulNya.
Allah berfirman:

 وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

   "dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." (Qs. al-An'am: 153).
2. Menginfakkan hartanya baik dalam keadaan lapang atau sempit.
3. Dapat menahan amarah
4. Pemaaf
     Untuk dalil point 2-4 terdapat didalam satu ayat yaitu dalam surat Ali-Imran: 134
    Allah berfirman:

  الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

   ( "yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dalam ayat lain Allah juga berfirman bahwa pemaaf lebih mendekatkan kepada ketakwaan.

 ۚ وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

"dan memaafkan itu lebih dekat kepada takwa (Qs. al-Baqarah: 237).

5. Takut kepada Allah sedang mereka tidak melihat-Nya.
    Allah berfirman:

 الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ

"(yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. (Qs. al-Anbiya:49).

6. Beriman kepada yang ghaib.
7. Mendirikan shalat.
8. Beriman kepada al-Quran dan kitab-kitab sebelumnya.
9. Beriman kepada hari akhir.
     Dalil untuk point ke 6-9 dalam surat al-Baqarah 2-4.
 Allah berfirman:

 ِذلكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِين* الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُون* والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ 
وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُون*  

  "Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat."

10. Segera bertaubat jika melakukan kesalahan.

Allah berfirman:

 وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُون

  "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (Qs. Ali Imran:135).

Selasa, 14 April 2015

Mengapa Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- senantiasa meminta perlindungan dari hutang?

Diantara doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأثَمِ وَالـمَـغْــرَمِ

(Allahumma innii a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghromi)


“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan lilitan hutang.”

Ada seorang sahabat bertanya kepada beliau:
 “Wahai Rasulullah, mengapa engkau sering memohon perlindungan (kepada Allah) dari lilitan hutang (dengan membaca doa di atas)?”

Beliau menjawab:

إن الرجل إذا غرم حدث فكذب ووعد فأخلف

“Sesungguhnya apabila seseorang terlilit hutang, jika dia berbicara, maka (biasanya) dia berdusta. Dan jika dia berjanji, maka (biasanya) dia ingkari.”
(HR. Al-Bukhari no. 798)

Senin, 13 April 2015

Adakah batasan usia dalam menjaga pandangan?  

Sering kita melihat simbol untuk 18+ atau X under 18+
yang istilah ini di buat untuk menunjukan film dewasa atau semacamya.
Yang tentunya terdapat hal-hal yang diharamkan untuk dilihat.
Jika kita memperhatikan simbol ini, kita akan menyadari bahwa ternyata simbol itu menunjukkan diperbolehkannya orang dewasa untuk melihat hal-hal yang diharamkan untuk dilihat, padahal di dalam agama islam tidaklah demikian. Kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan ini berlaku untuk semua usia, tidak ada pengecualian terlebih orang dewasa.

Perhatikan firman Allah Ta'ala:
 قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُون
...وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ 

" Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat* Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya..."
(QS. An-Nur:30-31).

Jadi tak ada istilah 18+ (untuk dewasa) bagi seorang muslim.
Ingatlah semua yang kita lakukan akan ada pertanggung jawabannya.
Ingat pula bahwa Allah yang memberikan kita penglihat tentu mampu pula untuk mencabutnya dari diri kita -wa na'udzubillah-.
Maka berhentilah dari melihat sesuatu yang diharamkanNya.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari perbuatan maksiat.


Instagram/Twitter: @arijoban

Sabtu, 11 April 2015

Lima sedekah yang terhapus (tidak akan diterima). 


Lima sedekah yang terhapus (tidak akan diterima).

  1. Sedekah yang diungkit-ungkit.
  2. Sedekah karena riya (ingin dilihat).
  3. Sedekah dari sesuatu yang buruk.
  4. Sedekah orang kafir.
  5. Sedekah karena terpaksa.


  1. Sedekah yang diungkit-ungkit.

   (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ )

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima),seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. ." (QS. Al-Baqarah: 264).

2. Sedekah karena riya

Ayat diatas juga merupakan dalil bahwa riya dapat menghapus pahala sedekah, juga firman Allah تعالى

 (وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا)

   "Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya." (QS. An-Nisa:38).

 3.Sedekah dari sesuatu yang buruk

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ)    
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS.Al-Baqarah: 267)

4&5. Sedekah orang kafir dan sedekah karena terpaksa.

   وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ

 "Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa). (QS. At-Taubah:54).

Disarikan dari buku "Infaq al-Amwaal fii al-Kitab wa as-Sunnah"
by: Ari Mardiah Joban.


IG/twitter:@arijoban

Minggu, 08 Februari 2015

Diantara doa para nabi

Doa adalah ibadah. Dan doa merupakan senjatanya orang mukmin.
Berikut ini diantara doa para Nabi.

*Nabi Adam:
"ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين"
Qs. Al-'A`rāf :23.
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

*Nabi Nuh:
"رب اغفر لي ولوالدي ولمن دخل بيتي مؤمناً وللمؤمنين والمؤمنات ولاتزد الظالمين إلا تبارا"
Qs. Nuh:28 .
"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan".

*Nabi Hud :
"اني توكلت على الله ربي وربكم "
Qs. Hud:56
"Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu."

*Nabi Ibrahim & Ismail:
"ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم"
Qs. Al-Baqarah:127
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

*Nabi Yusuf:
"فاطر السموات والأرض أنت وليي في الدنيا والآخرة توفني مسلما وألحقني بالصالحين"
 Qs.Yūsuf:101
" (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh."

*Nabi Syu'aib:
"ربنا افتح بيننا وبين قومنا بالحق وأنت خير الفاتحين"

 (Al-'A`rāf):89
" Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya."

*Nabi Musa:
" رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري واحلل عقدة من لساني يفقهوا قولي"
Qs. Ţāhā:25 -28
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."

*Nabi Sulaiman:
"رب أوزعني أن أشكر نعمتك التي أنعمت علي وعلى والدي وأن أعمل صالحا ترضاه وأدخلني برحمتك في عبادك الصالحين"
Qs. An-Naml:19
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

*Nabi Ayyub:
"رب إنى مسني الضر وأنت أرحم الراحمين"
Qs. Al-'Anbiyā':83
 "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".

*Nabi Yunus:

"لإله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين"
Qs. Al-'Anbiyā':87
"Bahwa Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim"

*Nabi Dzakaria:
"ربي لا تذرني فردا و أنت خير الوارثين"
Qs. Al-'Anbiyā':89
"Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah ahli Waris Yang Paling Baik.

*Nabi Muhammad
" يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك"
" Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati. Tetapkanlah hatiku dalam agama-Mu". (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Selasa, 03 Februari 2015

Pelajaran Berharga Untukku Dari Wanita Pembawa Botol Air Minum

Pelajaran Berharga Untukku Dari Wanita Pembawa Botol Air Minum

Suatu hari ketika duduk di sebuah masjid, melintaslah di hadapanku seorang wanita yang ditangannya penuh dengan beberapa botol air minum.
Sosok wanita itu telah menarik perhatianku, mataku tertuju padanya, kulihat diapun sedang mengambil beberapa botol air minum lagi dari beberapa orang tua yang sedang duduk di masjid.

Dalam hatiku terbesit, yang dia bawa sudah banyak, tapi dia masih mau menerimanya. Selang beberapa lama wanita itu melintas lagi di hadapanku, kali ini aku melihat botol yang dibawanya sudah penuh semua dengan air, kulihat dia membagi-bagikan botol itu, ternyata dibagikan kepada pemiliknya. Botol yang dia bawa bukan hanya miliknya, namun milik sebagian saudarinya sesama muslimah. Lalu aku memperhatikan, ternyata jarak antara tempat duduknya ke tempat air itu lumayan jauh, Entah mengapa mata ini tidak lepas memperhatikan sosok wanita itu.

Setelah wanita itu sampai di tempat duduknya, aku mendapatkan kembali pelajaran berharga darinya, ternyata hanya satu botol miliknya, kemudian sambil mengangkat botol miliknya itu dan membawa beberapa gelas plastik wanita itupun berkata kepada saudari-saudarinya sesama muslimah: "Siapa yang haus? Siapa yang haus?"
Sepintas terlihat olehku bahwa yang dilakukan wanita itu suatu perbuatan yang sepele, tapi sungguh ini merupakan kebaikan yang luar biasa. Karena memberi minum merupakan sedekah yang paling utama.

Terdapat dalam hadits mengenai hal itu

عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ, أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: الْمَاءُ. فَحَفَرَ بِئْرًا, وَقَالَ: هَذا لِأُمِّ سَعْدٍ

Dari Sa’ad bin Ubadah radhiallahu 'anhu berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku telah wafat, bolehkah aku bersedekah dengan meniatkan pahala untuknya?” Beliau bersabda: “Ya.” Ia (Sa'ad) bertanya: “Sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Air.” Lalu ia menggali sumur dan mengatakan, “Ini untuk ibunya Sa’ad.” (Hadis hasan dengan beberapa penguatnya, diriwayatkan Abu Daud (1681), Ibnu Majah (3684), Ibnu Hibban (3337), Ibnu Khuzaimah (2497) dan An-Nasai (VI/254).

Ditambah dengan hadits lain, hadis ini tentu tidak asing lagi bagi kita, yaitu tentang kisah seseorang yang memberi minum seekor anjing, yang denganya Allah berterima kasih dan mengampuni dosanya, inipun menunjukkan akan keutamaan orang yang memberi minum.

Dari Abu Hurairah radhiyllahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِى بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِى كَانَ بَلَغَ مِنِّى. فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ حَتَّى رَقِىَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِى هَذِهِ الْبَهَائِمِ لأَجْرًا فَقَالَ «فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ »

“Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?” Beliau menjawab, “Kebaikan yang diberikan kepada tiap makhluk hidup ada pahalanya. (HR. Al-Bukhari (2363) dan Muslim (2244).

Sungguh apa yang dilakukan wanita Pembawa botol minum itu -Barakallah fiiha- menjadi pelajaran berharga bagiku, karena tidak pernah terpikir olehku melakukan hal itu, yang ternyata dapat mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah Tabaraka wa Ta'ala.

Sebagai pengingat diri ini: Janganlah kita meremehkan sekecil apapun kebaikan itu. Karena kita tidak tau kebaikan mana dari kita yang Allah terima. Dan semangatlah berbuat kebaikan, di mana kita  berada dan kapan saja.

By: Ari Mardiah Joban
Muroja'ah: Ust. Fuad Hamzah Baraba', Lc

Senin, 13 Oktober 2014

Harapan Dari Seorang Ibu

Tiada kebahagian yg lebih berharga dari seorang ibu, selain melihat anaknya bahagia.

Betapa senangnya seorang ibu jika melihat senyum diwajah anaknya.

Betapa senangnya hati ibu jika anaknya bahagia, terlebih jika dia bisa bahagia di dunia maupun akhirat.

Tidak ada seorang ibu yg menginginkan anaknya bersedih.

Bahkan terkadang seorang ibu lebih memilih lebih baik dia sakit, jika harus melihat anaknya sakit.

Orang tua akan senantiasa memilih yang terbaik untuk anak-anaknya, karena kebahagian anaknya, kebahagian dia pula.

Seorang ibu tidak menginginkan apa2 dari anaknya, melainkan prilaku baik dan bakti dari anak2nya.

Anakku, aku hanya bisa selalu berwasiat dan mengingatkanmu agar selalu bertaqwa kepada Allah, karena ini kunci kebahagian di dunia dan akhirat.

Karena keinginan terbesarku adalah selalu bisa bersamamu baik di dunia maupun akhirat.

Ingatlah, jagalah Allah, karena Allah akan senantiasa menjagamu.

Hanya itulah keinginanku wahai anakku.

Semoga engkau senantiasa mengingatnya, baik semasa hidupku maupun setelah aku tiada.

By: Ummu Ahmad Ari Mardiah Joban

Versi Inggris:

A MOTHER's HOPE TO HER CHILDREN

There is nothing more precious for a Mother than to see the happiness of her children.

How happy a Mother to see a smile on her children’s face

How happy the heart of a Mother to know her children are happy, especially if the children happy in this world and hereafter.

There is no Mother wants to see her children in grieve.

Even sometimes a Mother will sacrifice to be hurt rather than her children be hurt

Parents will always choose the best for their children because the happiness of the children are also the happiness of the parents.

A Mother will not want anything from her children except good behaviour and children’s devotions.

O my children…I can only give testament and reminds you to always have taqwa to Allah (fear Allah), because this is the key of happiness in this world and here after.

As my biggest hope to always be with you in this world and hereafter.

Remember Be Mindful of Allah and Allah will protect you.

That is the only hope i want O my children..

May you always remember this, either I am still here or when I have gone…

Translate by ferna/ummu harun